Perbedaan Rumus PPh 21 Gross, Gross Up, dan Net di Excel

Kalau Anda sedang menyusun payroll di Excel, tiga metode yang paling sering muncul untuk PPh 21 adalah Gross, Gross Up, dan Net. Sekilas ketiganya terlihat mirip, tetapi hasil akhirnya berbeda karena siapa yang menanggung pajak, bagaimana take-home pay dihitung, dan seberapa besar biaya perusahaan.
Artikel ini fokus pada sisi praktik: bagaimana membedakan ketiganya, input apa saja yang harus disiapkan, lalu menyusunnya menjadi rumus Excel yang bisa dipakai ulang untuk payroll bulanan.
Contents
- 1 Kapan memakai Gross, Gross Up, dan Net
- 2 Apa bedanya Gross, Gross Up, dan Net dalam PPh 21
- 3 Komponen gaji yang harus masuk ke rumus Excel
- 4 Cara menyusun rumus Excel untuk Gross, Gross Up, dan Net
- 5 Contoh perhitungan lengkap di Excel
- 6 TER lookup, rounding, dan penyesuaian tahunan
- 7 Edge case yang sering muncul di payroll
- 8 Template Excel, validasi, dan automasi payroll
- 9 Penutup
Kapan memakai Gross, Gross Up, dan Net
| Metode | Siapa menanggung PPh 21 | Dampak ke take-home pay karyawan | Dampak ke biaya perusahaan |
| Gross | Karyawan menanggung pajak dari gaji bruto | Take-home pay turun karena pajak dipotong dari gaji | Perusahaan hanya membayar gaji bruto yang disepakati |
| Gross Up | Perusahaan memberi tunjangan pajak, lalu tunjangan itu ikut dihitung pajak | Take-home pay dijaga tetap sesuai target | Biaya perusahaan naik karena ada tunjangan pajak |
| Net | Perusahaan menanggung pajak dari awal | Take-home pay dijaga, karena pajak tidak mengurangi gaji bersih karyawan | Biaya perusahaan naik karena pajak dibayar perusahaan |
Decision table praktis
| Kondisi payroll | Metode yang biasanya dipakai |
| Perusahaan ingin struktur kompensasi sederhana dan pajak menjadi beban karyawan | Gross |
| Perusahaan ingin take-home pay karyawan tetap utuh, tetapi pajak tetap tercatat sebagai komponen kompensasi | Gross Up |
| Perusahaan ingin karyawan menerima jumlah bersih tertentu tanpa potongan pajak terasa di slip | Net |
Intinya sederhana: Gross paling ringan untuk perusahaan, Net paling nyaman bagi karyawan, dan Gross Up berada di tengah karena perusahaan menambah tunjangan pajak agar beban bersih karyawan tetap terjaga.
Apa bedanya Gross, Gross Up, dan Net dalam PPh 21
Dalam konteks PPh 21, perbedaan utamanya ada pada siapa yang menanggung pajak dan bagaimana pajak itu masuk ke perhitungan payroll.
Gross
Pada metode Gross, PPh 21 dipotong dari penghasilan karyawan. Artinya, gaji bruto yang disepakati tetap menjadi dasar, lalu pajak mengurangi penghasilan yang diterima karyawan.
Gross Up
Pada metode Gross Up, perusahaan memberikan tunjangan pajak sebesar PPh 21 yang dihitung. Tunjangan ini ikut masuk ke penghasilan bruto, sehingga pajaknya sendiri juga ikut dihitung. Karena itu, rumusnya tidak bisa hanya menambahkan angka pajak mentah tanpa pengecekan ulang.
Net
Pada metode Net, pajak ditanggung perusahaan. Karyawan menerima take home pay yang dijaga tetap sesuai nominal bersih, sedangkan perusahaan menambahkan beban pajak di sisi biaya.
Perubahan perlakuan PPh 21 saat ini juga tidak lepas dari konteks Peraturan Pemerintah No. 58 Tahun 2023, PMK 168/2023, UU HPP, dan rujukan tarif progresif dalam Pasal 17 UU PPh. Untuk implementasi Excel, yang paling penting adalah memastikan lookup tarif, dasar penghasilan, dan pembulatan mengikuti skema yang berlaku pada data payroll Anda.
Komponen gaji yang harus masuk ke rumus Excel
Sebelum membuat formula, pastikan input payroll Anda sudah rapi. Rumus Excel yang bagus akan salah hasil kalau komponennya tidak lengkap atau status pajaknya keliru.
Komponen penghasilan bruto
Yang biasanya masuk ke penghasilan bruto antara lain:
- gaji pokok
- tunjangan tetap
- bonus atau THR jika dihitung pada bulan terkait
- komponen lain yang memang menjadi penghasilan kena pajak sesuai skenario payroll Anda
Komponen pengurang
Komponen yang umum dipakai sebagai pengurang dalam perhitungan PPh 21 adalah:
- biaya jabatan
- iuran pensiun
- BPJS Kesehatan
- BPJS Ketenagakerjaan, sesuai komponen yang relevan dalam skema payroll perusahaan
PTKP sebagai input lookup
Status PTKP harus disiapkan karena inilah yang dipakai untuk menentukan kelompok tarif atau dasar perhitungan tahunan. Contoh status yang umum muncul adalah TK/0, K/0, K/1, dan seterusnya.
Bedakan input bulanan dan tahunan
Agar rumus Excel tidak bercampur, pisahkan data menjadi:
- Input bulanan: gaji pokok, tunjangan, BPJS, iuran pensiun, bonus bulan berjalan
- Input tahunan/rekap: total penghasilan setahun, akumulasi pajak, penyesuaian akhir tahun
| Jenis input | Contoh | Dipakai untuk |
| Bulanan | gaji pokok, tunjangan tetap, iuran BPJS bulan berjalan | hitung payroll per bulan |
| Tahunan | akumulasi penghasilan, PTKP tahunan, penyesuaian Desember | rekonsiliasi dan annual adjustment |
Cara menyusun rumus Excel untuk Gross, Gross Up, dan Net
Struktur workbook yang rapi akan memudahkan audit dan mengurangi salah hitung. Minimal, buat 5 sheet berikut:
- Input
- TER Lookup
- Calculation
- Validation
- Summary
Di bawah ini contoh struktur cell yang sederhana. Anda bisa menyesuaikannya dengan format file payroll yang sudah dipakai.
1) Sheet Input
Misalnya:
- B2 = Gaji pokok
- B3 = Tunjangan tetap
- B4 = Bonus/THR bulan berjalan
- B5 = Iuran pensiun
- B6 = BPJS yang menjadi komponen pengurang sesuai kebijakan payroll
- B7 = Status PTKP
- B8 = Penghasilan bruto dasar
Rumus bruto dasar:
excel =SUM(B2:B4)
Jika bonus atau THR tidak masuk bulan itu, isi nol agar formula tetap konsisten.
2) Sheet TER Lookup
Buat tabel TER di sheet terpisah, lalu gunakan lookup berdasarkan status PTKP dan rentang penghasilan.
Contoh struktur:
| Status PTKP | Batas bawah | Batas atas | TER |
| TK/0 | … | … | … |
| K/0 | … | … | … |
| K/1 | … | … | … |
Untuk pencarian tarif efektif, Anda bisa memakai XLOOKUP jika tersedia, atau VLOOKUP/INDEX-MATCH jika file masih memakai versi lama Excel.
Contoh lookup sederhana:
excel =XLOOKUP(B8, TER_Table[Min], TER_Table[TER], "")
Jika pemetaan Anda berdasarkan status dan rentang, logikanya perlu disusun agar lookup mencari tarif dari rentang yang sesuai, bukan sekadar nilai tunggal.
3) Sheet Calculation
Di sheet ini, pisahkan hitungan per metode.
Rumus Gross Pada Gross, alurnya biasanya:
- hitung bruto
- ambil TER
- hitung PPh 21
- kurangi pajak dari penghasilan untuk mendapatkan take-home pay
Contoh formula dasar:
excel =ROUND(Bruto * TER, 0)
Take-home pay:
excel =Bruto - PPh21
Rumus Net Pada Net, take-home pay dijaga sebagai nominal bersih yang disepakati. Karena pajak ditanggung perusahaan, perhitungan biasanya dimulai dari target neto, lalu ditambahkan pajak sebagai beban perusahaan.
Skema sederhananya:
excel =TargetNet + PPh21
Jika pajak dihitung dari gross yang di-gross up secara ekonomi, pastikan formula tidak mencampur target net dengan penghasilan bruto sebelum pajak.
Rumus Gross Up Gross Up adalah bagian yang paling sering membuat error, karena tunjangan pajak ikut menambah dasar pengenaan pajak.
Formula yang sering dipakai secara konseptual:
excel =TunjanganPajak = PenghasilanBruto x TER / (1 - TER)
Lalu penghasilan bruto baru menjadi:
excel =PenghasilanBruto + TunjanganPajak
PPh 21 dihitung dari bruto baru tersebut.
Contoh cell reference Gross Up Misalnya:
- B8 = bruto dasar
- B9 = TER
- B10 = tunjangan pajak
- B11 = bruto setelah gross up
- B12 = biaya jabatan
- B13 = iuran pensiun
- B14 = pengurang total
- B15 = neto
- B16 = PPh 21
Rumusnya:
excel B10 = ROUND(B8B9/(1-B9),0) B11 = B8+B10 B12 = ROUND(MIN(B115%,6000000/12),0) B14 = B12+B13 B15 = B11-B14 B16 = ROUND(B15*B9,0)
Fungsi Excel yang paling sering dipakai
| Fungsi | Kegunaan |
| ROUND | membulatkan hasil agar konsisten |
| IF | menangani kondisi status atau bracket |
| XLOOKUP | mencari TER atau status pajak di tabel lookup |
| VLOOKUP | alternatif lookup untuk file lama |
| SUM | menjumlahkan komponen penghasilan atau pengurang |
| MIN | membatasi biaya jabatan sesuai maksimum |
Cara menghindari hasil salah saat bracket TER berubah
Ini titik yang sering memunculkan selisih.
Jika tunjangan pajak membuat bruto naik ke bracket TER yang lebih tinggi, rumus satu langkah bisa meleset. Dalam praktik Excel, ada dua cara aman:
- gunakan logika iteratif/manual check sampai bruto dan TER stabil
- gunakan tabel TER yang sudah dipetakan lalu lakukan validasi hasil akhir
Untuk payroll bulanan massal, validasi bracket shift wajib dilakukan sebelum sheet dipakai live.
Contoh perhitungan lengkap di Excel
Di bawah ini contoh utama yang bisa Anda ikuti sebagai template logika. Angka di bawah mengikuti contoh yang sudah umum dipakai dalam implementasi gross-up.
Contoh utama: karyawan tetap status K/1 dengan metode Gross Up
Asumsikan:
- gaji pokok = Rp10.000.000
- tunjangan tetap = Rp2.000.000
- iuran pensiun = Rp100.000
- status PTKP = K/1
- TER untuk penghasilan bruto contoh = 5%
Langkah 1: hitung penghasilan bruto awal excel =10.000.000 + 2.000.000
Hasil:
- Penghasilan bruto awal = Rp12.000.000
Langkah 2: cari TER Dari lookup TER untuk status dan bracket yang sesuai, diperoleh:
- TER = 5%
Langkah 3: hitung tunjangan pajak Rumus gross up:
excel =12.000.000 x 5% / (1 - 5%)
Hasil:
- Tunjangan pajak = Rp631.579
Langkah 4: hitung bruto setelah gross up
excel =12.000.000 + 631.579
Hasil:
- Bruto baru = Rp12.631.579
Langkah 5: hitung biaya jabatan Biaya jabatan 5% dari bruto, dengan batas tahunan tetap harus diperhatikan dalam spreadsheet.
excel =ROUND(12.631.579 * 5%, 0)
Hasil:
- Biaya jabatan = Rp631.579
Langkah 6: hitung neto bulanan
excel =12.631.579 - 631.579 - 100.000
Hasil:
- Neto bulanan = Rp11.900.000
Langkah 7: hitung PPh 21 bulanan
excel =11.900.000 * 5%
Hasil:
- PPh 21 bulanan = Rp595.000
Perhatikan bahwa dalam skema ini tunjangan pajak menjadi komponen yang menjaga take-home pay, sementara perusahaan menanggung beban tambahan melalui gross-up.
Pembanding untuk metode Gross untuk karyawan yang sama
Jika metode Gross dipakai, struktur dasarnya lebih sederhana.
- bruto dasar = Rp12.000.000
- PPh 21 dipotong dari gaji karyawan
Contoh alur:
excel PPh21 = ROUND(Bruto x TER, 0) THP = Bruto - PPh21 - pengurang lain yang berlaku
Jika memakai TER 5%:
- PPh 21 = Rp600.000
- Take-home pay lebih rendah dibanding Gross Up, karena tidak ada tunjangan pajak yang menutup potongan pajak
Pembanding untuk metode Net untuk karyawan yang sama
Pada metode Net, perusahaan menanggung pajak.
Misalnya target bersih karyawan ingin dijaga, maka:
excel TakeHomePay = Net target Biaya perusahaan = Net target + pajak
Hasilnya, take-home pay karyawan tetap, tetapi beban perusahaan meningkat karena pajak dibayar dari sisi perusahaan.
Contoh ringkasan perbandingan
| Metode | Take-home pay karyawan | Beban perusahaan |
| Gross | paling dipengaruhi pajak | paling ringan |
| Gross Up | dijaga tetap stabil | naik karena tunjangan pajak |
| Net | paling stabil | paling besar karena pajak ditanggung perusahaan |
TER lookup, rounding, dan penyesuaian tahunan
Bagian ini sering menjadi sumber selisih kecil, padahal efeknya bisa besar saat payroll massal.
Cara mencari TER di Excel
Simpan tabel TER di sheet terpisah. Format yang paling aman adalah tabel dengan kolom:
- status PTKP
- batas bawah
- batas atas
- TER
Lalu gunakan lookup berdasarkan penghasilan bruto yang relevan. Jika file Anda mendukung XLOOKUP, formula akan lebih rapi. Jika belum, VLOOKUP atau kombinasi INDEX-MATCH masih bisa dipakai.
Aturan pembulatan
Dalam payroll, pembulatan harus konsisten dari awal sampai akhir. Jika tidak, hasil per karyawan bisa sedikit berbeda dibanding total rekap.
Praktik yang aman:
- bulatkan pada level formula yang sama untuk semua karyawan
- gunakan satu aturan pembulatan untuk seluruh sheet
- jangan mencampur pembulatan bulanan dan tahunan tanpa dokumentasi
Contoh:
excel =ROUND(nilai,0)
Penyesuaian akhir tahun
Walaupun perhitungan bulanan memakai TER, tetap perlu rekap akhir tahun untuk memastikan akumulasi pajak sesuai.
Secara umum, alurnya:
- jumlahkan penghasilan neto setahun
- kurangi PTKP tahunan
- hitung PKP
- terapkan tarif yang sesuai pada layer tahunan
- bandingkan hasil pajak tahunan dengan total potongan bulanan
- lakukan koreksi pada periode akhir tahun jika ada selisih
Jadi, TER membantu mempermudah pemotongan bulanan, tetapi rekonsiliasi tahunan tetap perlu.
Edge case yang sering muncul di payroll
Bonus dan THR
Jika bonus atau THR dibayarkan pada bulan tertentu, komponen itu biasanya menambah penghasilan bruto bulan berjalan. Akibatnya, TER atau basis pajak bisa berubah.
Praktik Excel yang aman:
- masukkan bonus/THR sebagai baris input terpisah
- hitung ulang bruto bulan tersebut
- jalankan validasi jika bracket TER bergeser
Partial month atau karyawan masuk/keluar di tengah bulan
Untuk karyawan yang tidak full month, gunakan prorata sesuai kebijakan payroll Anda. Jangan langsung pakai gaji bulanan penuh jika masa kerja hanya sebagian bulan.
Di sheet Excel, pisahkan kolom:
- hari kerja aktual
- nilai prorata
- penghasilan yang dihitung untuk pajak
NPWP vs non-NPWP
Jika kebijakan dan skenario pajak Anda membedakan NPWP dan non-NPWP, pastikan status ini menjadi input tersendiri di sheet. Jangan disisipkan manual di formula utama agar audit lebih mudah.
Benefit atau natura
Jika skenario payroll Anda menyentuh natura atau kenikmatan, perlakuannya harus mengikuti aturan yang relevan. Karena topik ini bisa melebar, sebaiknya dipisahkan dari perhitungan rutin Gross/Gross Up/Net agar template tetap sederhana.
Template Excel, validasi, dan automasi payroll
Agar spreadsheet bisa dipakai berulang, susun template dengan struktur berikut:
Struktur template yang disarankan
| Sheet | Isi |
| Input | data karyawan, gaji, status PTKP, BPJS, bonus |
| TER Lookup | tabel tarif efektif dan rentang |
| Calculation | formula gross, gross up, net, pajak, take-home pay |
| Validation | pengecekan selisih, bracket shift, rounding |
| Summary | rekap per karyawan, rekap departemen, total biaya |
Checklist validasi sebelum dipakai live
- pastikan status PTKP sudah benar
- cek TER lookup sesuai data terbaru yang dipakai perusahaan
- uji formula dengan 3–5 karyawan contoh
- cek hasil gross-up ketika tunjangan membuat bracket berubah
- samakan aturan rounding di seluruh sheet
- cocokkan total pajak bulanan dengan rekap tahunan
- pastikan input BPJS dan iuran pensiun tidak tertukar dengan komponen penghasilan
Automasi payroll massal
Jika payroll Anda sudah mencapai volume besar, Excel sebaiknya tidak berdiri sendiri. Perhitungan PPh 21 bisa dihubungkan dengan workflow yang lebih otomatis, misalnya melalui otomatisasi perhitungan PPh21 untuk membandingkan hasil rumus manual dengan sistem.
Untuk proses end-to-end, Anda juga bisa menautkannya ke otomatisasi proses payroll agar input, kalkulasi, dan rekap berjalan lebih konsisten.
Jika Anda juga mengelola pekerja non-bulanan, alat bantu seperti kalkulator upah harian/per jam dapat membantu memastikan basis upah awal sudah sesuai sebelum masuk ke perhitungan pajak.
Kapan sebaiknya pindah dari Excel manual?
Jika Anda mulai melihat salah hitung berulang, file terlalu banyak versi, atau butuh rekap massal yang cepat, Excel manual biasanya sudah tidak ideal. Di titik itu, template Excel tetap berguna sebagai kontrol, tetapi perhitungan utama lebih aman jika diotomasi.
Penutup
Kalau Anda ingin cepat membedakan ketiganya, ingat saja ini:
- Gross: pajak dipotong dari gaji karyawan
- Gross Up: perusahaan memberi tunjangan pajak agar take-home pay tetap terjaga
- Net: perusahaan menanggung pajak dari awal
Untuk implementasi di Excel, fokus Anda bukan hanya menulis rumus, tetapi juga menyiapkan struktur sheet, lookup TER, pembulatan yang konsisten, dan validasi akhir tahun. Begitu alurnya rapi, spreadsheet payroll akan jauh lebih mudah dipakai ulang dan lebih aman saat volume karyawan bertambah.
Jika Anda ingin membandingkan hasil rumus manual dengan sistem yang lebih otomatis, Anda bisa mulai dari Pelajari fitur perhitungan PPh21 Zemangat.
Bagikan
Artikel Terkait
Tabel Tarif PPh 21 TER Kategori A, B, dan C Beserta Contohnya
Kalau Anda bertugas menghitung payroll, tabel tarif PPh 21 TER adalah salah satu hal yang harus cepat dibaca dan tepat dipakai. Di skema baru ini, pemotongan PPh 21 masa berjalan tidak lagi langsung bergantung pada tarif progresif tahunan semata, tetapi menggunakan TER (Tarif Efektif Rata-Rata) untuk pemotongan bulanan atau harian sesuai jenis penerima penghasilan. Fokus artikel ini […]
Cara Mengatasi Karyawan Terlambat: Panduan HR Langkah demi Langkah
Karyawan Terlambat yang berulang bukan sekadar soal jam masuk kerja. Jika dibiarkan, ritme kerja tim bisa terganggu, koordinasi menjadi lambat, dan tugas yang bergantung pada kehadiran orang lain ikut mundur. Karena itu, cara mengatasi karyawan terlambat sebaiknya tidak hanya berhenti di teguran lisan. HR, supervisor, dan manajer perlu punya langkah yang jelas: mulai dari memahami penyebab, menetapkan […]
